Membentuk Desa Anti Korupsi sebagai Tauladan Pemberantasan Korupsi di Tingkat Desa

Inspektorat Daerah Kabupaten Natuna, 10 Mei 2023, – Suatu tonggak sejarah terjadi di beberapa desa yang berada pada Kabupaten Natuna dengan dibentuknya Desa Anti Korupsi di Kabupaten Natuna oleh KPK RI di Jakarta. Keputusan luar biasa ini diambil sebagai bagian dari komitmen serius dalam melibatkan masyarakat dalam pemberantasan korupsi serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas di tingkat Desa. Beberapa desa yang menjadi lokus pembentukan Desa Anti Korupsi di Provinsi Kepulauan Riau terdiri dari 4 desa yang berada pada 2 Kabupaten, yaitu Kabupaten Bintan dan Kabupaten Natuna, untuk kabupaten Natuna desa yang terpilih mewakili Provinsi Kepri yakni Desa Harapan Jaya Kecamatan Bunguran Tengah dan Desa Limau manis Kecamatan Bunguran Timur Laut.

            Dari beberapa kali observasi dan pendampingan langsung oleh KPK dalam pemenuhan eviden pendukung terbentuknya Desa Anti Korupsi yang telah ditentukan olek KPK RI, maka terpilihlah desa Limau Manis mewakili Kabupaten Natuna dan mewakili Provinsi Kepulauan Riau secara umum untuk terus maju ke tingkat nasional dalam penilaian Desa Anti Korupsi bersaing dengan 22 Desa dari 22 Provinsi se- Indonesia.

Desa Limau Manis membuat sejarah dengan menjadi desa pertama di Kabupaten Natuna yang terpilih menjadi  Desa Anti Korupsi dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari praktik korupsi, membuktikan bahwa perubahan signifikan dapat dimulai dari tingkat desa. Program pendidikan anti korupsi menjadi fokus utama pada Desa Limau Manis. Masyarakat desa dilibatkan dalam pelatihan dan Bimbingan Tekhnis rutin yang bertujuan meningkatkan kesadaran akan dampak negatif korupsi. Ini melibatkan berbagai lapisan masyarakat, dari pemuda hingga tokoh adat, untuk memastikan partisipasi yang merata.

Desa Limau Manis memprioritaskan transparansi dalam penggunaan dana desa dan pelaksanaan proyek pembangunan. Sistem pengawasan yang kuat diterapkan, melibatkan masyarakat dalam setiap tahapan perencanaan dan pelaksanaan dan pelaporan. Rapat umum desa secara terbuka menyajikan laporan keuangan secara rinci, memastikan akuntabilitas dan partisipasi yang lebih besar. Dalam era digital, Desa Limau Manis memanfaatkan teknologi sebagai alat pemantauan. Aplikasi daring Whatsapp Grup Warga Desa yang ada pun telah dikembangkan untuk memudahkan masyarakat dalam melaporkan tindakan korupsi atau ketidakpatuhan. Sistem ini memastikan pelaporan cepat dan efektif, memberdayakan masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga integritas desa, selain itu pula pihak desa membuat website desa dan juga survey kepuasan Masyarakat terkait apa saja yang telah di berikan oleh perangkat desa baik dari aduan masyarakat maupun pelayanan aparatur desa.

Tokoh Pemuda, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Perempuan maupun pelaku kearifan lokal setempat yang ada di Desa Limau Manis diberdayakan untuk menjadi agen perubahan. Program pendidikan anti korupsi di sekolah-sekolah setempat dan kegiatan pemberdayaan pemuda dirancang untuk menciptakan generasi yang peduli akan nilai-nilai integritas dan memiliki keberanian untuk melawan korupsi. Desa Limau Manis di Kabupaten Natuna menetapkan standar baru dalam upaya pemberantasan korupsi di tingkat desa. Dengan pendidikan, transparansi, dan partisipasi aktif masyarakat, Desa Anti Korupsi ini menjadi contoh nyata perubahan positif yang dapat dicapai ketika komunitas bersatu untuk menciptakan lingkungan yang bersih, adil, dan berintegritas.